DAMPAK TAYANGAN TV

November 12, 2009 at 1:06 pm (Uncategorized)

DAMPAK TAYANGAN TELEVISI TERHADAP SISWA

Televisi merupakan salah satu contoh media komunikasi satu arah dari penyaji atau penyampai informasi terhadap pemirsa. Tayangan televisi sekarang sudah lebih canggih dibanding jaman dulu yang hanya satu station televisi saja. Pada akhir-akhir ini banyak kita lihat tayangan televisi yang kurang pas ditayangkan sebagai tontonan anak-anak pelajar, walaupun  yang ditayangkan acara senetron pelajar. Banyak dari siswa-siswa kita melihat, dan dengan mereka melihat maka mereka akan meniru yang dirasa/kira ada sesuatu yang bagus, walaupun sesungguhnya itu hal kuran tepat bila diterapkan di sekolah

Usia anak sekolah menengah pertama (SMP) merupakan usia anak untuk mencari jati diri, mereka belum dapat mengkontrol kecerdasan emosinya, mereka akan meniru segala sesuatu yang mereka lihat dan dianggap sebagai sesuatu yang lain dari yang lain. Mereka mempunyai kecenderungan mencari perhatian dari orang di sekitarnya, baik oleh guru maupun teman mereka. Sebagai contoh, banyak televisi yang menayangkan senetron yang notabenya merupakan kegiatan pelajar di sekolah. Mereka para artis dengan enaknya menggunakan pakaian yang seharusnya tidak dilakukan seorang siswa yang sedang berada dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah. Misalnya yang perempuan menggunakan pakaian mini, baik baju maupun bawahan. Untuk yang laki-laki mereka menggunakan baju yang seharusnya dimasukkan tetapi tidak dimasukan, menggunak perhiasan seperti orang perempuan dan lain-lain. Dari adegan-adegan yang ditayangkan jarang sekali yang memberikan contoh suatu perilaku seorang siswa yang seharusnya di lakukan seorang siswa.  Jarang sekali kita lihat terjadi adegan yang menggambarkan para siswa sedang belajar secara benar, yang ada malah mereka berperilaku dan berdandan seolah-olah mereka bukan berada di lingkungan pendidikan dan sedang belajar.

Banyak perilaku yang kita lihat di tayangan sinetron itu bukan contoh yang baik, misalnya mereka berhura-hura, berkelai, mengganggu teman bahkan sampai membuat ulah terhadap bapak/ibu gurunya. Mereka yang dengan sengaja ngerjain guru yang akan mengajarkan di kelasnya. Ini merupakan suatu tontonan yang tidak seharusnya di tonton oleh siswa seusia SMP apalagi SD. Kita mestinya ingat, bahwa usia anak-anak seusia mereka suka meniru apa yang mereka lihat tanpa memperkahitan keadaan dirinya dan kapan mereka harus meniru seperti itu. Banyak kita lihat siswa-siswa sekarang ini, mereka berpakian tidak rapi dengan sengaja, rambut dibikin awut-awutan, baju ketat,rok mini, mengganggu teman sampai ngerjain guru di kelas. Ini merupakan hasil dari tayangan televisi yang kurang mendidik.Kalau sudah seperti ini lalu timbul pertanyaan ” SALAH SIAPA INI ?” jawabanya “SEKOLAH ?, GURU ?, ORANG TUA ?, MASYARAKAT ?, PEMERINTAH ? atau KITA SEMUA ?.

belajar

Belajar

Kita ingin melihat contoh suasana belajar yang kreatif dan kondusif tanpa ada perasaan yang terbebani karena masalah ini dan itu. Seperti yang terlihat pada gambar sebelah kanan ini. Kita sangat menginginkan anak-anak kita belajar dengan penuh semangat dan antosias dalam memecahkan masalah, bukan malah hura-hura , poya-poya untuk melampiaskan keinginannya.

Kita tidak boleh menyalahkan yang ini atau itu, yang terpenting adalah kita salahkan diri kita masing-masing, dan mencari jalan keluar untuk mengatasi jangan sampai anak didik kita seperti yang ada di dalam sinetron di acara televisi. Marilah kita semua berbenah diri sendiri baru ke lingkungan, kalau diri kita belum bisa kita benahi jangan harap orang laing akan mau kita benahi. Banyak contoh yang terjadi di masyarakat, mereka menyuruh anaknya untuk belajar di malam hari, tetapi orang tuanya sendiri malah menghidupkan Televisi untuk melihat suatu acara. Kalau ada kasus seperti itu, apakah anak mau belajar seperti yang dikehendaki orang tuanya? apakah salah jika anaknya tidak mau belajar dan malah ikut nonton Televisi ?. Sekali lagi, marilah kita semua bercermin diri apakah selama ini kita sudah menjadi salah satu penyebab kurang baiknya tingkah laku dan kepribadian anak-anak kita ?. Marilah kita bersama selalu memohon kepada ALLAH yang maha kuasa agar diberi kekuatan dan di tunjukan yang benar itu benar dan mampu untuk melaksanakan, dan yang buruk itu buruk dan mampu untuk meninggalkanya. Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: