November 7, 2009 at 6:55 am (Uncategorized)

SEKOLAH GRATIS DAN PERMASALAHANNYA

Sekolah gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menuntaskan wajib belajar  sembilan tahun. Program pemerintah yang baik ini banyak disambut gembira oleh para orang tua peserta didik kususnya yang tingkat ekonominya kurang mampu, karena mereka dapat menyekolahkan anaknya sampai di bangku sekolah menengah pertama  (SMP/MTs) dengan biaya yang sangat murah, apalagi mulai tahun ajaran 2008/2009 sekolah tidak diperbolehkan memungut sumbangan dari orang tua peserta didik, kecuali sekolah-sekolah tertentu (RSBI) yang memang di perbolehkan untuk memungut sumbangan dari orang tua peserta didik.

Bagi sebagian orang tua peserta didik program pemerintah ini memang sangat membantu, karena mereka tidak harus mengeluarkan banyak biaya, tetapi untuk sebagian orang tua peserta didik yang lain justru menjadikan orang tua peserta didik merasa tidak punya tanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah, karena mereka merasa tidak mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya sekolah anaknya. Dengan demikian tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya semakin berkurang, hal ini kami rasakan betul setelah pemerintah menggulirkan program sekolah gratis. Keadaan ini mungkin banyak kita jumpai di daerah-daerah pinggiran yang jauh dari kota dan berada dilingkungan penduduk yang sebagian besar dalam katagori kurang mampu. Mereka beranggapan sekolah gratis adalah sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali alias semuanya GRATIS, sehingga mereka merasa tidak harus mengeluarkan sejumlah uang untuk keperluan pendidikan anak-anaknya. Fakta di sekolah kami khusunya membuktikan, sebelum adanya program sekolah gratis orang tua peserta didik merasa peduli dengan pendidikan anak-anaknya, mereka memantau belajar anaknya di sekolah maupun di rumah, mereka merasa kawatir kalau anaknya tidak naik kelas, tidak lulus dan lain sebagainya, tetapi setelah program sekolah gratis digulirkan pemerintah, kepedulian orang tua mulai pudar, mereka kurang lagi peduli dengan pendidikan anak-anaknya, dan akibatnya sebagian besar  para peserta didik hanya mau belajar di sekolah saja dan tidak mau belajar dirumah, karena memang dari orang tua kurang peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, akibat dari ini semua adalah hasil pendidikan kurang maksimal, karena tanpa adanya dukungan/kepedulian orang tua pada saat anak-anaknya berada di rumah. Permasalahan lain yang kami rasakan misalnya banyaknya kegiatan ektstrakurikuler yang hilang, karena tidak adanya dana yang cukup untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Dari pihak sekolah merasa tidak adanya dana yang cukup untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, akibatnya adalah bakat dan minat peserta didik menjadi kurang tersalurkan, mereka sering terlihat menyalurkan minat dan bakatnya pada jam istirahat, mereka suka bermain bola, corat-coret dinding sekolah dan  aktifitas lainya. Intinya banyak peserta didik yang merasa tidak dapat menyalurkan bakat dan minatnya di sekolah dan bertindak yang tidak baik di sekolah

Dari fakta diatas hendaklah kita semua sebagai pelaku pendidikan  dan instansi terkait hendaklah memerikan wawasan yang benar tetang pengertian sekolah gratis kepada orang tua peserta didik, agar mereka paham apa pengertian sekolah gratis yang sebenarnya, karena kita tidak bisa menyalahkan mereka kalau memeng mereka tidak paham. Banyak kita lihat di televise maupun di media masa lain orang tua yang mengeluh, mereka bilang KATANYA SEKOLAH GRATIS TETAPI KENYATAANYA MASIH MEMBAYAR, untuk membeli ini dan itu. Hal ini menunjukan bahwa masih ada sebagian dari orang tua peserta didik yang memang belum paham arti gratis yang sebenarnya. Mereka menganggap alat tulis yang dibutuhkan anak-anaknya, sepatu, buku, dan pakaian semuanya gratis. Memang untuk anak-anak tertentu sekolah betul-betul membebaskan dari segala biaya secara total, mulai dari pakaian sampai alat tulis yang dibutuhkan peserta didik. Mereka ini adalah peserta didik-peserta didik yang memang orang tuanya tidak mampu yang didukung dengan surat keterangan dari pihak yang berwenang.

Dari uraian diatas dapat kta simpulkan bahwa, kita harus memberi pemahaman yang betul kepada orang tua peserta didik tentang pengertian sekolah gratis yang sebenarnya dan selalu mengupayakan pelayanan kepentingan para peserta didik dalam menyalurkan minat dan bakat mereka semaksimal mungkin dengan dana yang ada.

PENULIS

Sutarno, S.Pd guru smp n 2 Gunem Rembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: