CARA MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK

Juli 13, 2010 at 1:39 pm (Uncategorized)

CARA MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK

Dengan semakin mahalnya bisaya pestisida, maka kita petani kita mulai melirik pestisida organic. Disamping harganya murah, bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Namun sayangnya kita enggan untuk membuatnya, karena umumnya kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya.

Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab dengan lingkungan.

Penggunaan pestisida organik juga harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan kesabaran serta ketelitian. Banyaknya pestisida organik yang disemprotkan ke tanaman harus disesuaikan dengan hama. Waktu penyemprotan juga harus diperhatikan petani sesuai dengan siklus perkembangan hama. Pestisida organik dapat menjamin keamanan ekosistem. Dengan pestisida organik hama hanya terusir dari tanaman petani tanpa membunuh. Selain itu penggunaan pestisida organik dapat mencegah lahan pertanian menjadi keras dan menghindari ketergantungan pada pestisida kimia.

Untuk pencegahan adanya hama, penyemprotan dapat dilakukan secara periodik pada tanaman sayuran. Sebaiknya dalam waktu satu minggu sekali atau disesuaikan dengan ada tidaknya hama karena hama selalu berpindah.
Bahan baku Pestisida organik dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring . Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.
Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, serai untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah.
Selain dengan pestisida organik buatan, pengusiran hama lalat buah juga dapat dilakukan dengan pengalihan perhatian hama pada warna-warna yang disukainya. Caranya dengan memasang warna tertentu yang bisa menarik lalat buah di sekitar tanaman. Pertanian secara tumpang sari juga bisa menjadi alternatif mengurangi hama tanaman tertentu.

Berikut beberapa cara untuk membuat pestisida organik yang dapat dibuat sendiri:

Membuat Pestisida Organik untuk Hama dan penyakit tanaman

Bahan dan Alat:

2 kg gadung.

1 kg tembakau.

2 ons terasi.

¼ kg jaringao (dringo).

4 liter air.

1 sendok makan minyak kelapa.

Parutan kelapa.

Saringan kelapa (kain tipis).

Ember plastik.

Nampan plastik.

Cara Pembuatan:

Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).

Gadung dikupas kulitnya dan diparut.

Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas

Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas

Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian

dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil

perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.

Dosis:

1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.

2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Kegunaan:

Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.

Dapat menolak hama dan penyakit.

Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.

Sasaran :

Wereng Batang Coklat, Lembing Batu, Ulat Grayak, Ulat Hama Putih Palsu

1. Pestisida Organik NIKURAK (mahoni, tembakau dan daun jarak)

a. Bahan-bahan
1. Biji mahoni : 300 gram
2. Tembakau : 100 gram
3. Daun jarak : 1 kg
4. Air : 6 ltr

b. Cara membuatnya
1. Biji mahoni digiling/ditumbuk halus.
2. Daun jarak dan tembakau direbus dengan air sampai mendidih, angkat dan dinginkan. Campurkan mahoni yang sudah ditumbuk halus aduk hingga rata, kemudian diamkan selama 24 jam, lalu saring.
3. Jika larutan pestisida organik ingin disimpan, maka pencampuran dilakukan pada saat akan digunakan.

c. Dosis :
30 cc larutan pestisida organik ini bias digunakan untuk satu tangki sprayer (+/- 15 liter).
Semprotkan ke lahan yang terkena hama pada waktu pagi atau sore hari. Ulangi tiap 4 hari sekali.

d. Sasaran OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
Ulat grayak : pada tanaman bawang merah, bawang putih, kedelai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, kubis dan sawi
Ulat penggulung daun dan perusak daun pada tanaman padi.

e. Hasil pencapaian
1. Pestisida Organik NIKORAK bersifat racun kontak, dan hama yang terkena secara langsung , tingka kematiannya tinggi.
2. Populasi hama turun drastic dan timbulnya lama
3. Keluhan sampingan tidak ditemui, pada waktu setelah penyemprotan.

2. GACASI (gadung, cabe merah dan daun sirih)

a. Bahan-bahan
1. Gadung : 4 kg
2. Cabai merah : 2 on
3. Daunsirih : 2 kg
4. Air : 15 ltr

b. Cara membuatnya
1. Gadung, cabai dan daun sirih digiling halus dan campurkan dengan rata
2. Tambahkan air, aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida.

c. Penggunaan
14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc (1 gelas), semprotkan ke lahan pada waktu pagi/sore hari, ulangi 4-5 hari sekali.

d. Sasaran OPT
Penggerek batang, wereng, walang sangit, thrip, aphia, serangga kecil lainnya.

CARA PEMBUATAN 1 TON BOKASHI PUPUK KANDANG

Bahan :

  • Pupuk kandang 800 kg
  • Dedak 50 kg
  • Sekam 150 kg
  • Gula 1/4 atau Molase 1/2 liter
  • EM-4 1 liter
  • Air secukupnya (kadar air 30 – 40 %)

Cara Pembuatan :

  1. Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air.
  2. Pupuk kandang, sekam dan dedak dicampur secara merata.
  1. Siramkan larutan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata, sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas maka adonan akan segar.
  2. Adonan digundukkan di atas ubin yang kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung gono selama 3-5 hari.
  3. Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50 oC, bukalah karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukkan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.
  4. Setelah 4 hari, BOKASHI telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK (EM-5)

Bahan :

Molas / tetes atau gula 100 ml/0.5 ons, EM-4 100 ml, cuka makan / cuka aren 100 ml, alkohol (40%) 100 ml, air cucian beras yang pertama 1000 ml.

Cara membuat :

Kelima bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam botol / jirigen yang ada tutupnya. DIkocok setiap pagi dan sore hari. Buka tutup botol / jirigen untuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi berlangsung. Kurang lebih 15 hari pengocokan dihentikan (setelah tidak ada gas yang terbentuk), biarkan lagi selama 7 hari.

Dosis :

Campurkan EM-4 sebanyak 5-10 ml/liter air. Larutan EM5 sebaiknya disemprotkan pada sore hari menjelang matahari terbenam.

Khasiatnya :

Untuk menekan serangan hama dan penyakit pada tanaman pertanian.

Bahan
1. Daun gamal 1 kg
2. Air 5 liter
3. Tembakau 2 ½ gram
Cara Pembuatan
1. Daun gamal ditumbuk sampai halus dan dimasak dengan 5 liter air, lalu
dinginkan.
2. Tambahkan tembakau sambil diaduk-aduk.
3. Didiamkan selama satu malam.
4. Air sarinya siap digunakan dengan perbandingan ¼ liter untuk 10 liter air.
Kegunaan
Memberantas ulat gerayak dan ulat lainnya

Penggunaan pestisida buatan yang memakai bahan kimia memang berbahaya bagi manusia. Kita sering merasa waswas bila anak kita akan bisa menjangkaunya.  Nah, semoga artikel tentang pembuatan pestisida alami ini dapat membantu memecahkan persoalan Anda (petani) dalam melindungi kebun (lahan pertanian) sekaligus keluarga.

Mimba (Azadiracta indica)

Cara pembuatannya dapat dilakukan dengan mengambil

2 genggam bijinya, kemudian ditumbuk.  Campur dengan 1 liter air, kemudian diaduk sampai rata.   Biarkan selama 12 jam, kemudian disaring.  Bahan saringan tersebut merupakan bahan aktif yang penggunaannya harus ditambah dengan air sebagai pengencer.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan daunnya sebanyak 1 kg yang direbus dengan 5 liter air. Rebusan ini diamkan selama 12 jam, kemudian saring. Air saringannya merupakan bahan pestisida alami yang dapat digunakan sebagai pengendali berbagai hama tanaman.

Tembakau (Nicotium tabacum)

Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida alami.  Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 – 4 hari, atau bisa juga dengan direbus selama 15 menit.  Kemudian biarkan dingin lalu saring.  Air hasil saringan ini bias digunakan untuk mengusir berbagai jenis hama tanaman.

Tuba, Jenu (Derriseleptica)

Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. Caranya dengan menumbuk bahan tersebut sampai betul-betul hancur.   Kemudian campur dengan air untuk dibuat ekstrak.  Campur setiap 6 (enam) sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 liter air.  Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman.

Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)

Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing) sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 2 – 6 liter.  Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman.

Kucai (Allium schonaoresum)

Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan.  Kemudian saring.  Air saringannya ini mampu untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun.

Bunga Camomil (Chamaemelum spp)

Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan dan saring.  Gunakan air saringan tersebut untuk mencegah damping off atau penyakit rebah.

Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam.   Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup.  Simpan di tempat yang dingin selama 7 – 10 hari.  Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air.  Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.

Abu Kayu

Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di sekeliling perakaran tanaman bawang bombay, kol atau lobak dengan tujuan untuk mengendalikan root maggot.  Abu kayu ini bisa juga untuk mengendalikan serangan siput dan ulat grayak.  Caranya, taburkan di sekeliling parit tanaman.

Mint (Menta spp)

Daun mint dicampur dengan cabai, bawang daun dan tembakau.  Kemudian giling sampai halus untuk diambil ekstraknya.  Ekstrak ini dicampur dengan air secukupnya.  Dari ekstrak tersebut bisa digunakan untuk memberantas berbagai hama yang menyerang tanaman.

Kembang Kenikir (Tagetes spp)

Ambil daunnya 2 genggam, kemudian campur dengan 3 siung bawang putih, 2 cabai kecil dan 3 bawang bombay.  Dari ketiga bahan tersebut dimasak dengan air lalu didinginkan.  Kemudian tambahkan 4 – 5 bagian air, aduk kemudian saring.  Air saringan tersebut dapat digunakan untuk membasmi berbagai hama tanaman.

Cabai Merah (Capsium annum)

Cara pembuatannya dengan mengeringkan cabai yang basah dulu.  Kemudian giling sampai menjadi tepung.  Tepung cabai tersebut kalau dicampur dengan air dapat digunakan untuk membasmi hama tanaman.

Sedudu

Sedudu (sejenis tanaman patah tulang) diambil getahnya.  Getah ini bisa dimanfaatkan untuk

mengendalikan berbagai hama tanaman.

Kemanggi (Ocimum sanetu)

Cara pembuatannya: kumpulkan daun kemangi segar, kemudian keringkan.  Setelah kering, baru direbus sampai mendidih, lalu didinginkan dan disaring.  Hasil saringan ini bisa digunakan sebagai pestisida alami.

Dringgo (Acarus calamus)

Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung), kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran antara tepung dan air tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembasmi serangga.

Tembelekan (Lantara camara)

daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar.  Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun.

Rumput Mala (Artimista vulgaris)

Caranya bakar tangkai yang kering dari rumput tersebut.  Kemudian manfaatkan asap ini untuk

mengendalikan hama yang menyerang suatu tanaman.

Tomat (Lycopersicum eskulentum)

Gunakan batang dan daun tomat, dan dididihkan.  Kemudian biarkan dingin lalu saring.  Air dari

saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.

Gamal (Gliricidia sepium)

Daun dan batang gamal ditumbuk, beri sedikit air lalu ambil ekstraknya.  Ekstrak daun segar ini dan batang gamal ini dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, khususnya jenis serangga.

Bunga Mentega (Nerium indicum)

Gunakan daun dan kulit kayu mentega dan rendamlah dalam air biasa selama kurang lebih 1 jam, kemudian disaring.  Dari hasil saringan tadi dapat digunakan untuk mengusir semut.

Tue, 08 Jul 2008 20:13:48 -0700

// <![CDATA[// Semoga bermanfaat..

BERBAGAI RESEP PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK

Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik).

Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan

zat racun dari gadung, tembakau, mimba,  daun sirsak, dll. Karena

bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat

dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga

lingkungan.

Resep 1

Bahan-bahan:

Umbi gadung, Daun tembakau, Daun sirsat, Biji mahoni, EM-4, Satu sendok

makan minyak kelapa

Cara pembuatannya:

- Minya kelapa dioleskan ke tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah

gadung)

- Gadung diparut

- Daun tembakau dipotong-potong (dirajang) lalu dicampur bahan-bahan lainnya

untuk direndam.

- Campuran bahan itu kemudian diperas/diambil airnya untuk pestisida

Dengan menggunakan pestisida ini, hama tanaman padi akan mati meski tidak

langsung seperti pestisida non organik.

Untuk penggunaan pestisida organik ini, satu tangki air ukuran 15 hingga 17

liter cukup dengan pestisida antara 20 hingga 30 cc.

***

Resep 2

Bahan :

Molas/tetes 100 ml atau gula 0.5 ons, EM-4 100 ml, cuka makan/cuka aren 100

ml, alkohol (40%) 100 ml, air cucian beras yang pertama 1000 ml.

Cara membuat :

Kelima bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam botol / jirigen yang ada

tutupnya. Dikocok setiap pagi dan sore hari. Buka tutup botol / jirigen

untuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi berlangsung.

Kurang lebih 15 hari pengocokan dihentikan (setelah tidak ada gas yang

terbentuk), biarkan lagi selama 7 hari.

Dosis :

Campurkan EM-4 sebanyak 5-10 ml/liter air. Larutan pestisida ini sebaiknya

disemprotkan pada sore hari menjelang matahari terbenam.

Sumber: http://www.songgolangit.20m.com/buatbokashi.htm

***

Resep 3

Bahan dan Alat:

2 kg gadung, 1 kg tembakau, 2 ons terasi, ¼ kg jaringao (dringo), 4 liter

air, 1 sendok makan minyak kelapa, Parutan kelapa, Saringan kelapa (kain

tipis), Ember plastik, Nampan plastik

Cara Pembuatan:

- Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari

getah gadung).

- Gadung dikupas kulitnya dan diparut.

- Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas

- Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas

- Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam.

Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah

sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.

Dosis:

1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.

2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Kegunaan:

Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.

Dapat menolak hama dan penyakit.

Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.

Sasaran:

Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus

memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah

polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas

ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang

bersangkutan.

Sumber: http://petanidesa.wordpress.com

Resep 4

Bahan-bahan

Tembakau 1 kg, air 4 liter, kapur barus 7 butir dihaluskan.

Cara pembuatannya :

- Tembakau direndam dalam 4 liter air selama 2 (dua) hari.

- Campurkan kapur barus yang telah dihaluskan. Diaduk rata.

Cara implementasi

- Setiap 2 – 3 sendok makan air hasil proses rendaman tembakau dan kapur

barus dicampur dengan air biasa 1 liter.

- Semprotkan pada tanaman yang terserang hama/penyakit.

http://petanidesa.wordpress.com

***

Daun Sirsak untuk atasi Thrips

Daun Sirsak (Nangka Belanda) ternyata dapat digunakan sebagai bahan

pestisida organik untuk mengendalikan Hama Thrips pada tanaman Cabai.

Caranya :

50 – 100 lembar daun sirsak dihaluskan (boleh pake blender) dan dicampur

dengan 5 liter air kemudian didiamkan selama sehari semalam, rendaman

tersebut kemudian disaring dengan kain.

1 liter hasil saringan dapat dicampurkan dengan 1 tangki semprot ukuran 17

liter, dan gunakan untuk menyemprot tanaman cabe, Thrips pun akan lenyap.

Sumber: http://petanidesa.wordpress.com

Salam

Arif Hidayat

—– Original Message —–

From: bhuana.swadarma

To: agromania@yahoogroups.com

Sent: Tuesday, July 01, 2008 7:34 PM

Subject: [agromania] Pestisida Organik

Dear Rekan-rekan

Saya adalah bagian dari kelompok tani (Padi) yang ingin mencoba membuat

pestisida organik untuk meringankan beban biaya pertanian yang kian hari

kian membebani masyarakat petani, yang ingin saya tanyakan adalah adakah

diantara rekan-rekan yang mengetahui jenis tanaman yang dapat digunakan

untuk membunuh hama penggerek batang atau jenis tanaman apa yang mengandung

racun ulat yang mudah didapat dijaman sekarang ?.

Demikian pertanyaan saya atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Dengan adanya produk Effective Microorganisms-4 ( EM-4) yang beredar di pasaran, masyarakat, khususnya petani dapat lebih mudah untuk melakukan usaha taninya dengan cara organik, lebih sehat, lebih murah dan berkelanjutan.
Pestisida kimia biasanya cenderung digunakan secara berlebihan sehingga dapat mematikan jasad-jasad renik atau mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah. Dengan mengembangkan produk EM-4 menjadi EM-5, bisa diperoleh pestisida dengan cara yang mudah.

Larutan EM-5 terdiri dari bahan – bahan sebagi berikut :
1. Molasse 100 cc
2. EM-4 100 cc
3. Cuka makan 100 cc
4. Alkohol 40% 100 cc
5. Air cucian beras 1000 cc

Kelima bahan tersebut diatas, dicampurkan ke dalam suatu wadah yang mempunyai tutup. Larutan ini dikocok setiap pagi dan sore. Kemudian tutup wadah dibuka untuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi, setelah kurang dari 15 hari pengocokan dihentikan ( selama tidak ada gas yang terbentuk ). Biarkan dan simpan selama 7 hari dan setelah itu siap untuk digunakan.

EM-5 diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke seluruh tanaman dengan konsentrasi 5-10 cc / liter air. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, menjelang matahari terbenam. Untuk kebutuhan bahan dengan jumlah yang lebih besar, bahan – bahan disiapkan secara proporsional dengan komposisi yang sama dengan di atas.

Bahan yang diperlukan :
– Tembakau 1 kg
– air 4 liter
– kapur barus 7 butir dihaluskan
Cara pembuatannya :
– Tembakau direndam dalam 4 liter air selama 2 (dua) hari.
– Campurkan kapur barus yang telah dihaluskan.

Cara implementasi :
– Setiap 2 – 3 sendok makan air hasil proses rendaman tembakau dan kapur barus dicampur dengan air biasa 1 liter. – Semprotkan pada tanaman yang terserang hama/penyakit.



Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KUMPULAN HADITS

April 25, 2010 at 2:26 pm (Uncategorized)

HADIST PALSU TENTANG TAHLILAN

Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin

Kategori: Manhaj Salaf

MUQADDIMAH

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, Ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka. Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya). Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin. Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain. Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah. Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).

HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

Hadist 1

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

Hadits 2

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

Hadits 3

Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

Hadits 4

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.(Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib

Hadits 5

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 6

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 7

Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta. (Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).

Hadits 8

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).

Hadits 9

Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

Hadits 10

Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa: Mizanul I’tidal IV : 90-91).

PENJELASAN

Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).

KESIMPULAN

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

hadits

Maret 24, 2010 at 1:29 pm (Uncategorized)

Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik?

(Antar Para Sahabat (satu dengan yang lainnya) pun Saling Bertabarruk)

Jika pada kajian sebelumnya telah kita pahami bahwa para sahabat telah mengambil berkah dari diri Rasul beserta semua peninggalan beliau dari baju, sandal, piring, gelas, cincin, tongkat hingga mimbar dan kubur Rasul pasca wafat beliau, kini kita akan melihat apakah hanya Nabi saja yang boleh ditabarruki ataukah mencakup para sahabat dan para manusia saleh lain pun boleh diambil berkahnya?

Pertama-tama, kita akan melihat beberapa teks tentang; apakah diperbolehkan mengambil berkah dari selain Nabi, seperti para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in dan para manusia saleh dan bertakwa pasca masa mereka?

Kita di sini akan melihat beberapa teks yang membuktikan bahwa para sahabat satu dengan yang lain dan diantara mereka telah saling mengambil berkah. Sedang kita tahu bahwa, menurut Ahlusunah wal Jamaah, semua sahabat adalah Salaf Saleh yang layak ditiru dan diikuti.

1- Imam an-Nawawi dalam kitab “al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab” (Jilid: 5 Halaman: 68) dalam Kitabus-Shalat dan dalam Babus-Shalatul-Istisqo’ yang menukil riwayat bahwa Umar bin Khatab telah meminta doa hujan melalui Abbas (paman Rasul) dengan menyatakan: “Ya Allah, Dahulu jika kami tidak mendapat hujan maka kami bertawassul kepada-Mu melalui Nabi kami, lantas engkau menganugerahkan hujan kepada kami. Dan kini, kami bertawassul kepada-Mu melalui paman Nabi-Mu, maka tutunkan hujan bagi kami. Kemudian turunlah hujan”. (Ibnu Hajar juga menyatakan bahwa; Abu Zar’ah ad-Damsyiqi juga telah menyebutkan kisah ini dalam kitab sejarahnya dengan sanad yang sahih).

2- Dalam kitab yang sama (seperti pada poin no 1 di atas) disebutkan bahwa Muawiyah telah meminta hujan melalui Yazid bin al-Aswad dengan mengucapkan: “Ya Allah, kami telah meminta hujan melalui pribadi yang paling baik dan utama di antara kami (sahabat, red). Ya Allah, kami meminta hujan melalui diri Yazid bin al-Aswad. Wahai Yazid, angkatlah kedua tanganmu kepada Allah. Lantas ia mengangkat kedua tangannya diikuti oleh segenap orang (yang berada disekitanya). Maka mereka dianugerahi hujan sebelum orang-orang kembali ke rumah masing-masing”.

3- Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Bari” (Syarah kitab Shohih al-Bukhari) pada jilid:2 halaman: 399 dalam menjelaskan peristiwa permintaan hujan oleh Umar bin Khatab melalui Abbas, menyatakan: “Dapat diambil suatu pelajaran dari kisah Abbas ini yaitu, dimustahabkan (sunah) untuk meminta hujan melalui pemilik keutamaan dan kebajikan, juga ahlul bait Nabi”.

4- Ibnu Atsir dalam kitab “Usud al-Ghabah” (Jilid: 3 Halaman: 167) dalam menjelaskan tentang pribadi (tarjamah) Abbas bin Abdul Mutthalib pada nomor ke-2797 menyatakan: “Sewaktu orang-orang dianugerahi hujan, mereka berebut untuk menyentuhi Abbas dan mengatakan: “Selamat atasmu wahai penurun hujan untuk Haramain”. Saat itu para sahabat mengetahui, betapa keutamaan yang dimiliki oleh Abbas sehingga mereka mengutamakannya dan menjadikannya sebagai rujukan dalam bermusyawarah”.

5- Sewaktu Umar bin Khatab melamar Ummu Kultsum (putri Ali bin Abi Thalib), ia mengatakan: “Aku ingin masuk menjadi bagian dari Rasul”.

6- As-Samhudi dalam kitab “Wafa’ al-Wafa’” (Jilid: 2 Halaman: 448) menyatakan bahwa; “”Dahulu, Ali bin Abi Thalib selalu duduk di depan serambi yang berhadapan dengan kubur (Rasul, red). Di situ terdapat pintu Rasul yang didepannya terdapat jalan yang dipakai Nabi keluar dari rumah Aisyah untuk menuju Masjid (Raudhah). Di tempat itulah terdapat tiang (pilar) tempat shalat penguasa (amir) Madinah. Ia (Ali bi Abi Thalib) duduk sambil menyandari tiang itu. Oleh karena itu, Al-Aqsyhary mengatakan: “Tiang tempat shalat Ali itu hingga kini sangat disembunyikan dari para pengunjung tempat suci (Haram) agar para penguasa dapat (leluasa) duduk dan shalat di tempat itu, hingga hari ini”. Disebutkan bahwa tempat itu disebut dengan “Tempat para Pemimpin” (Majlis al-Qodaat) karena kemuliaan orang yang pernah duduk di situ (yaitu Ali bin Abi Thalib, red)”.

7- Dalam kitab yang sama (seperti pada poin 6 di atas), as-Samhudi (pada Jilid: 2 Halaman: 450) menukil dari Muslim bin Abi Maryam dan pribadi-pribadi lain yang menyatakan: “Pintu rumah Fatimah binti Nabi terletak di ruangan segi empat yang berada di sisi kubur. Sulaiman berkata: Muslim telah berkata kepadaku: Jangan engkau lupa untuk mengerjakan shalat di tempat itu. Itu adalah pintu rumah Fatimah dimana Ali bin Abi Thalib selalu melewatinya”.

8- Ibn Sa’ad dalam kitab “at-Thabaqoot al-Kubra” (jilid: 5 Halaman: 107) menukil riwayat yang menyatakan: “Sewaktu Husein bin Ali bin Thalib meninggalkan Madinah untuk menuju Makkah, ia bertemu dengan Ibn Muthi’ yang sedang menggali sumur. Lantas ia berkata kepada Husein: “Aku telah menggali sumur ini tetapi tidak kudapati air dalam ember sedikitpun. Jika engkau berkenan untuk mendoakan kami kepada Allah dengan berkah”. Lantas Husein berkata: “Berikan sedikit air yang kau punya!”. Kemudian diberikan kepadanya air lantas ia meminumnya sebagian dan berkumur-kumur dengan air tadi lantas mengembalikannya ke dalam sumur. Seketika itu sumur menjadi memancarkan air dengan melimpah” .

9- Ibnu Hajar dalam kitab “as-Showa’iq al-Muhriqoh” (Halaman: 310 pasal ke-3 tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan ahlul bait) menyebutkan: “Ketika ar-Ridho (salah seorang keturunan Rasul, red) sampai di kota Naisabur, orang-orang berkumpul disekitar kereta tunggangannya. Lantas ia mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta sehingga dapat dilihat oleh khalayak. Kemudian (sambil memandanginya) mereka berteriak-teriak, menangis, menyobek-nyobek baju dan melumuri dengan tanah, juga menciumi tanah bekas jelannya kendaraannya…”. (Hal ini juga dinukil oleh as-Sablanji dalam kitab “Nur al-Abshar” Halaman: 168, pasal Manaqib Sayid Ali ar-Ridho bin Musa al-Kadzim)

Di atas tadi adalah sebagian contoh bahwa para sahabat pun telah bertabarruk dari pribadi-pribadi yang dianggap lebih mumpuni dari sisi kebaikan dan ketaatan dibanding yang lain. Ini sebagai bukti bahwa mengambil berkah dari orang-orang saleh dan dan dianggap lebih bertakwa memiliki legalitas dalam ajaran Islam, karena para Salaf Saleh (sahabat) telah melakukannya.

Dari kisah di atas juga dapat dipahami bahwa, tidak semua sahabat memiliki kemuliaan yang sama, terdapat perbedaan derajat ketakwaan dan keutamaan di antara mereka. Dan dari nukilan riwayat-riwayat tadi dapat diambil kesimpulan bahwa, hanya orang-orang yang Saleh dan bertakwa saja yang dapat diambil berkahnya, baik diri orang Salah dan Takwa, ataupun doanya, maupun peninggalan-peninggalannya. Adapun orang yang tidak saleh dan takwa, apalagi obyek-obyek yang tidak memiliki kesakralan Ilahi (karena dinisbahkan kepada manusia saleh dan bertakwa, kekasih Ilahi) maka jelas sekali bahwa semua itu diluar dari obyek kajian kita. Seperti obyek-obyek yang dianggap sakral oleh orang-orang kejawen yang ‘konon’ beragama Islam (Islam KTP). Dan teks-teks agama Islam pun akan berlepastangan dari obyek-obyek semacam itu.

Dari riwayat-riwayat juga dapat kita ambil pelajaran untuk menjawab anggapan orang-orang seperti al-Jadi’ -dalam kitabnya yang berjudul “At-Tabarruk; ‘Anwa’uhu wa Ahkamuhu” (Halaman: 261)- dan as-Syatibi -dalam karyanya yang berjudul “al-“I’tisham” (Jilid: 2 Halaman: 9)- dimana keduanya sepakat bahwa; “Tabarruk hanya diperbolehkan kepada diri dan peninggalan Rasul saja”. Hal itu karena mereka beralasan bahwa Rasul tidak pernah memerintahkannya. Selain itu, alasan lainnya adalah; “Tidak ada riwayat yang menjelaskan legalitas prilaku semacam ini (tabarruk kepada pribadi selain Nabi)”. Bahkan as-Syatibi menyatakan bahwa; “Barangsiapa yang melakukan hal itu maka tergolong bid’ah, sebagaimana tidak diperbolehkannya mengawini perempuan lebih dari empat”.

Tentu, riwayat-riwayat di atas membuktikan bahwa para Sahabat telah mengambil berkah kepada sesama sahabat yang dianggap lebih utama dari sisi ketakwaan. Entahlah kenapa al-Jadi’ dan as-Syatibi tidak pernah menemukan riwayat-riwayat semacam itu. Lagi pula, jika bertabarruk kepada sahabat adalah bid’ah, lantas kenapa sahabat Umar telah bertabarruk kepada Abbas? Apakah Umar telah melakukan Bid’ah, karena melakukan satu perbuatan yang Rasul tidak pernah memerintahkan dan mencontohkannya? Beranikah orang semacam as-Syatibi dan al-Jadi’ menvonis sahabat seperti Umar bin Khatab (khalifah kedua) sebagai ahli Bid’ah?

Sekarang yang menjadi masalah adalah, jika tadi telah ditetapkan bahwa selain peninggalan Nabi, peninggalan para Sahabat Nabi pun boleh untuk diambil berkahnya sewaktu masa hidup mereka, lantas bagaimana dengan perkara tadi pasca kematian mereka? Dan yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya adalah; bolehkah kita (kaum muslimin) mengambil berkah dari orang biasa (bukan Nabi dan juga bukan Sahabat Nabi) namun dia tergolong orang Saleh dan bertakwa? Apakah pengambilan berkah dari mereka hanya sebatas sewaktu mereka masih hidup ataukah juga diperbolehkan untuk mengambil berkah dari jenazah (jasad orang yang telah mati) dan kuburan mereka? Untuk menjawab syubhat ini –selain telah kita singgung pada artikel kami pada Tabarruk 6 tentang bahwa para sahabat telah mengambil berkah dari kubur Rasul- dalam postingan selanjutnya akan kita jelaskan akan diperbolehkannya tabarruk semacam ini, dan tabarruk tidak hanya dibatasi pada orang Saleh yang masih hidup saja, bahkan pasca kematiannya pun masih bisa (legal) untuk ditabarruki, tidak seperti sangkaan kaum Wahaby yang dengan tegas menyatakannya sebagai syirik.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

DAMPAK TAYANGAN TV

November 12, 2009 at 1:06 pm (Uncategorized)

DAMPAK TAYANGAN TELEVISI TERHADAP SISWA

Televisi merupakan salah satu contoh media komunikasi satu arah dari penyaji atau penyampai informasi terhadap pemirsa. Tayangan televisi sekarang sudah lebih canggih dibanding jaman dulu yang hanya satu station televisi saja. Pada akhir-akhir ini banyak kita lihat tayangan televisi yang kurang pas ditayangkan sebagai tontonan anak-anak pelajar, walaupun  yang ditayangkan acara senetron pelajar. Banyak dari siswa-siswa kita melihat, dan dengan mereka melihat maka mereka akan meniru yang dirasa/kira ada sesuatu yang bagus, walaupun sesungguhnya itu hal kuran tepat bila diterapkan di sekolah

Usia anak sekolah menengah pertama (SMP) merupakan usia anak untuk mencari jati diri, mereka belum dapat mengkontrol kecerdasan emosinya, mereka akan meniru segala sesuatu yang mereka lihat dan dianggap sebagai sesuatu yang lain dari yang lain. Mereka mempunyai kecenderungan mencari perhatian dari orang di sekitarnya, baik oleh guru maupun teman mereka. Sebagai contoh, banyak televisi yang menayangkan senetron yang notabenya merupakan kegiatan pelajar di sekolah. Mereka para artis dengan enaknya menggunakan pakaian yang seharusnya tidak dilakukan seorang siswa yang sedang berada dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah. Misalnya yang perempuan menggunakan pakaian mini, baik baju maupun bawahan. Untuk yang laki-laki mereka menggunakan baju yang seharusnya dimasukkan tetapi tidak dimasukan, menggunak perhiasan seperti orang perempuan dan lain-lain. Dari adegan-adegan yang ditayangkan jarang sekali yang memberikan contoh suatu perilaku seorang siswa yang seharusnya di lakukan seorang siswa.  Jarang sekali kita lihat terjadi adegan yang menggambarkan para siswa sedang belajar secara benar, yang ada malah mereka berperilaku dan berdandan seolah-olah mereka bukan berada di lingkungan pendidikan dan sedang belajar.

Banyak perilaku yang kita lihat di tayangan sinetron itu bukan contoh yang baik, misalnya mereka berhura-hura, berkelai, mengganggu teman bahkan sampai membuat ulah terhadap bapak/ibu gurunya. Mereka yang dengan sengaja ngerjain guru yang akan mengajarkan di kelasnya. Ini merupakan suatu tontonan yang tidak seharusnya di tonton oleh siswa seusia SMP apalagi SD. Kita mestinya ingat, bahwa usia anak-anak seusia mereka suka meniru apa yang mereka lihat tanpa memperkahitan keadaan dirinya dan kapan mereka harus meniru seperti itu. Banyak kita lihat siswa-siswa sekarang ini, mereka berpakian tidak rapi dengan sengaja, rambut dibikin awut-awutan, baju ketat,rok mini, mengganggu teman sampai ngerjain guru di kelas. Ini merupakan hasil dari tayangan televisi yang kurang mendidik.Kalau sudah seperti ini lalu timbul pertanyaan ” SALAH SIAPA INI ?” jawabanya “SEKOLAH ?, GURU ?, ORANG TUA ?, MASYARAKAT ?, PEMERINTAH ? atau KITA SEMUA ?.

belajar

Belajar

Kita ingin melihat contoh suasana belajar yang kreatif dan kondusif tanpa ada perasaan yang terbebani karena masalah ini dan itu. Seperti yang terlihat pada gambar sebelah kanan ini. Kita sangat menginginkan anak-anak kita belajar dengan penuh semangat dan antosias dalam memecahkan masalah, bukan malah hura-hura , poya-poya untuk melampiaskan keinginannya.

Kita tidak boleh menyalahkan yang ini atau itu, yang terpenting adalah kita salahkan diri kita masing-masing, dan mencari jalan keluar untuk mengatasi jangan sampai anak didik kita seperti yang ada di dalam sinetron di acara televisi. Marilah kita semua berbenah diri sendiri baru ke lingkungan, kalau diri kita belum bisa kita benahi jangan harap orang laing akan mau kita benahi. Banyak contoh yang terjadi di masyarakat, mereka menyuruh anaknya untuk belajar di malam hari, tetapi orang tuanya sendiri malah menghidupkan Televisi untuk melihat suatu acara. Kalau ada kasus seperti itu, apakah anak mau belajar seperti yang dikehendaki orang tuanya? apakah salah jika anaknya tidak mau belajar dan malah ikut nonton Televisi ?. Sekali lagi, marilah kita semua bercermin diri apakah selama ini kita sudah menjadi salah satu penyebab kurang baiknya tingkah laku dan kepribadian anak-anak kita ?. Marilah kita bersama selalu memohon kepada ALLAH yang maha kuasa agar diberi kekuatan dan di tunjukan yang benar itu benar dan mampu untuk melaksanakan, dan yang buruk itu buruk dan mampu untuk meninggalkanya. Amien.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

November 7, 2009 at 6:55 am (Uncategorized)

SEKOLAH GRATIS DAN PERMASALAHANNYA

Sekolah gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menuntaskan wajib belajar  sembilan tahun. Program pemerintah yang baik ini banyak disambut gembira oleh para orang tua peserta didik kususnya yang tingkat ekonominya kurang mampu, karena mereka dapat menyekolahkan anaknya sampai di bangku sekolah menengah pertama  (SMP/MTs) dengan biaya yang sangat murah, apalagi mulai tahun ajaran 2008/2009 sekolah tidak diperbolehkan memungut sumbangan dari orang tua peserta didik, kecuali sekolah-sekolah tertentu (RSBI) yang memang di perbolehkan untuk memungut sumbangan dari orang tua peserta didik.

Bagi sebagian orang tua peserta didik program pemerintah ini memang sangat membantu, karena mereka tidak harus mengeluarkan banyak biaya, tetapi untuk sebagian orang tua peserta didik yang lain justru menjadikan orang tua peserta didik merasa tidak punya tanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah, karena mereka merasa tidak mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya sekolah anaknya. Dengan demikian tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya semakin berkurang, hal ini kami rasakan betul setelah pemerintah menggulirkan program sekolah gratis. Keadaan ini mungkin banyak kita jumpai di daerah-daerah pinggiran yang jauh dari kota dan berada dilingkungan penduduk yang sebagian besar dalam katagori kurang mampu. Mereka beranggapan sekolah gratis adalah sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali alias semuanya GRATIS, sehingga mereka merasa tidak harus mengeluarkan sejumlah uang untuk keperluan pendidikan anak-anaknya. Fakta di sekolah kami khusunya membuktikan, sebelum adanya program sekolah gratis orang tua peserta didik merasa peduli dengan pendidikan anak-anaknya, mereka memantau belajar anaknya di sekolah maupun di rumah, mereka merasa kawatir kalau anaknya tidak naik kelas, tidak lulus dan lain sebagainya, tetapi setelah program sekolah gratis digulirkan pemerintah, kepedulian orang tua mulai pudar, mereka kurang lagi peduli dengan pendidikan anak-anaknya, dan akibatnya sebagian besar  para peserta didik hanya mau belajar di sekolah saja dan tidak mau belajar dirumah, karena memang dari orang tua kurang peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, akibat dari ini semua adalah hasil pendidikan kurang maksimal, karena tanpa adanya dukungan/kepedulian orang tua pada saat anak-anaknya berada di rumah. Permasalahan lain yang kami rasakan misalnya banyaknya kegiatan ektstrakurikuler yang hilang, karena tidak adanya dana yang cukup untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Dari pihak sekolah merasa tidak adanya dana yang cukup untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, akibatnya adalah bakat dan minat peserta didik menjadi kurang tersalurkan, mereka sering terlihat menyalurkan minat dan bakatnya pada jam istirahat, mereka suka bermain bola, corat-coret dinding sekolah dan  aktifitas lainya. Intinya banyak peserta didik yang merasa tidak dapat menyalurkan bakat dan minatnya di sekolah dan bertindak yang tidak baik di sekolah

Dari fakta diatas hendaklah kita semua sebagai pelaku pendidikan  dan instansi terkait hendaklah memerikan wawasan yang benar tetang pengertian sekolah gratis kepada orang tua peserta didik, agar mereka paham apa pengertian sekolah gratis yang sebenarnya, karena kita tidak bisa menyalahkan mereka kalau memeng mereka tidak paham. Banyak kita lihat di televise maupun di media masa lain orang tua yang mengeluh, mereka bilang KATANYA SEKOLAH GRATIS TETAPI KENYATAANYA MASIH MEMBAYAR, untuk membeli ini dan itu. Hal ini menunjukan bahwa masih ada sebagian dari orang tua peserta didik yang memang belum paham arti gratis yang sebenarnya. Mereka menganggap alat tulis yang dibutuhkan anak-anaknya, sepatu, buku, dan pakaian semuanya gratis. Memang untuk anak-anak tertentu sekolah betul-betul membebaskan dari segala biaya secara total, mulai dari pakaian sampai alat tulis yang dibutuhkan peserta didik. Mereka ini adalah peserta didik-peserta didik yang memang orang tuanya tidak mampu yang didukung dengan surat keterangan dari pihak yang berwenang.

Dari uraian diatas dapat kta simpulkan bahwa, kita harus memberi pemahaman yang betul kepada orang tua peserta didik tentang pengertian sekolah gratis yang sebenarnya dan selalu mengupayakan pelayanan kepentingan para peserta didik dalam menyalurkan minat dan bakat mereka semaksimal mungkin dengan dana yang ada.

PENULIS

Sutarno, S.Pd guru smp n 2 Gunem Rembang

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Mei 14, 2009 at 9:31 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.